Mohon pelajari materi UAS tertulis INFORMATIKA untuk ujian tanggal 23 Januari 2009.
SIFAT UJIAN: TUTUP BUKU.
Waktu Ujian: 30 menit.
1. PERMUTASI dan KOMBINASI
2. RANDOM VARIABLE (Conditional Probability- Marginal Conditional Probability)
3. RANTAI MARKOV
4. ENTROPI INFORMASI
5. BINOMIAL & POISSON DISTRIBUSI
Dina Nurul Fitria
Dipubikasikan di www.sinaquanone99.blogdetik.com dan di www.facebook.com post-note profile ‘Dina Nurul Fitria’. Artikel ini diolah dari berbagai sumber.
Kata altruism dalam definisi displin ilmu psikologi adalah merujuk pada perilaku seseorang yang berempati dan bersimpati terlalu dalam kepada masalah dan kesulitan orang lain secara berlebihan. Altruism dapat dikategorikan sebagai penyakit kejiwaan karena seseorang yang memiliki perilaku altruism, ibarat lilin, ia rela membakar dirinya agar lilin tersebut berfungsi menerangi lingkungan sekitarnya.
Hal yang bertolak belakang dari perilaku altruism adalah narsism. Narsism adalah perilaku seseorang yang mengutamakan dirinya dan segala hal yang berkaitan dengan dirinya sebagai suatu hal lebih penting, melebihi kepentingan di luar dirinya.
Seseorang dengan altruism rela berkorban untuk kepentingan orang lain secara berlebih-lebihan. Sedangkan narsism, senantiasa memenuhi kebutuhan egonya secara berlebih-lebihan tanpa mempertimbangkan kepentingan orang lain.
Suatu hal yang pasti, adalah keseimbangan antara altruism dan narsism. Namun demikian, orang dengan pribadi altruism melakukan hal ini dikarenakan dia sudah dapat memenuhi kebutuhan emosi dan kejiwaannya (self-fulfillness). Sehingga, ia merasa perlu membaginya kepada orang-orang sekitarnya terutama yang dicintainya secara berlebihan. Dengan tujuan agar orang-orang ini merasa “tercukupi” kebutuhan emosi dan kejiwaannya, seperti halnya telah tercukupi emosi batin dari orang dengan pribadi altruism.
Sedangkan pribadi narsism, justru kebalikannya. Ia adalah pribadi poor-fulfillness, sehingga senantiasa merasa selalu butuh untuk dicukupi dari orang-orang sekitarnya. Narsism adalah orang dengan pribadi “kelaparan” emosi yang kronis, sehingga menuntut secara berlebihan kepada orang-orang lingkungan sekitarnya untuk membuat dirinya “kenyang” secara emosi.
Contoh berikut dapat dijadikan representasi dari kedua hal tersebut.
Situasi I: Pribadi altruism. Seorang ibu usia paruh baya, memiliki tiga orang putra dan putri yang sudah dewasa, bahkan dua orang putrinya sudah memberinya masing-masing satu orang cucu. Dia rela menjadi tempat penitipan para cucu, ketika anak-anak perempuannya harus pergi untuk bekerja. Dia rela kehilangan waktu istirahat siangnya, apabila sang cucu ingin ditemani bermain. Beberapa bulan lalu, putra semata wayangnya meninggal dunia, dikarenakan sakit yang mendadak.
Semenjak wafatnya putra kesayangan, Ibu ini sepanjang hari meratapi dan menyesali kepergian almarhum. Dia merasa bertanggung jawab atas kesalahannya yang menurutnya belum sempat secara sempurna membahagiakan sang putra. Dia terus mengaji dan memanjatkan doa, sehingga keinginan seperti makan, istirahat dan bersosialisasi enggan dia lakukan. Dia merasa tidak sepantasnya melakukan hal-hal yang berkaitan dengan “kegembiraan”, lalu menghukum dirinya demikian keras, untuk membayar kesalahan atas kematian putra semata wayangnya. Semua didasari atas rasa sedih, bersalah dan kehilangan yang mendalam.
Situasi II: Pribadi Narsism. Dalam melakukan tiap aktivitas yang berkaitan dengan orang lain, selalu dilandasi niat: “saya dapat apa” lebih dulu, bukan berniat untuk “saya bahagia demikian pula orang lain bahagia, apabila saya melakukan sesuatu dengan baik.” Pribadi narsism selalu ‘by design’ menggunakan kesempatan memanfaatkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan pribadinya yang “lapar”, agar ia merasa “kenyang” dari yang diupayakan orang lain, tanpa perlu repot-repot.
Suatu hari, karena tuntutan tugas saya berselancar di internet untuk mendapatkan informasi yang terkait dengan unsur kekerasan dan pornografi di media internet dan website. Alangkah terkejutnya. ketika saya mendapati ada website yang halaman mukanya memuat komentar dan kata-kata kasar yang sungguh tak pantas untuk ditayangkan di media manapun, apalagi website. Dengan bangganya, sang pemilik website tersebut menjustifikasi kata-kata kasar yang tersaji merupakan ekspresi kelegaan perasaan. Dia mefasilitasi pengunjung websitenya untuk melontarkan kata-kata kasar ’pisuhan’atau makian (dalam bahasa jawa) yang bernuansa kekerasan dan pornografi.
Pribadi dengan narsism ini mendapatkan kepuasan pribadi yang teramat sangat, ketika ia gemar mengungkapkan kata-kata kasar, sumpah serapah, berperilaku ‘ignorance’ (= setuju gak setuju, itu urusanmu!), yang ditujukan untuk menyakiti orang lain (’cruelty’) bila orang itu tidak dapat memenuhi “kelaparan” emosi si narsism.
Penutup. Gak ada yang mana lebih baik dari altruism dan narsism ini. Keduanya adalah kondisi ekstrim penyakit kejiwaan. Sehingga perlu kendali diri agar kita mampu ‘synchronization’ antara pikiran dan perasaan. Hal ini penting, karena kita sebagai manusia tidak dapat menolak takdir Tuhan bahwa kita adalah makhluk sosial, yang mana semenjak kita dilahirkan, hingga kematian menjemput kelak, kita selalu butuh pertolongan manusia lain.
Katakuncinya, cobalah senantiasa berupaya untuk seimbang dalam menjalani kehidupan ini dan senantiasa berupaya untuk berperilaku “saya lakukan hal-hal baik yang saya mampu untuk kebahagiaan diri dan orang lain”. Unsur “kebahagiaan diri” adalah refleksi dari paradigma narsism, sedangkan unsur “kebahagiaan orang lain” adalah refleksi dari paradigma altruism.
Saya melakukannya, bagaimana dengan Anda? Karena setiap perbuatan ada resiko dan konsekwensi yang harus ditanggung, langsung maupun tidak langsung.
Tugas UAS Probabilitas - Informatika adalah tugas kelompok. Tugas Kelompok diterima selambat-lambatnya tanggal 9 Januari 2009 pukul 15.00 di Lantai 2 Ruang LP5M. Format tugas ditulis menurut sistematika : Latar Belakang, Lingkup Proyek dan Deskripsi Rinci Proyek (memuat perhitungan, diagram, dll referensi buku). Maksimum 8 halaman, font 12 Arial, spasi 1, dijilid rapi dan bersampul warna Putih.
Nama-nama anggota kelompok bisa lihat di link berikut ini.
Adapun materi tugas adalah sebagai berikut.
1) Buat proyek programming menggunakan rantai markov, cukup algorithma saja. Platform Bahasa Bebas. Kasusnya pilih antara permainan sepak bola dan pengoperasian suatu mesin
2) Buat analisis sistem dengan teori informasi dan teori antrian, materi teori informasi dan teori antrian menyusul. Pilih kasusnya bebas.
Nilai Ujian Akhir Semester diperoleh dari dua sumber yakni:
a. Ujian Lisan per kelompok (tiap kelompok 15 menit), dilaksanakan pada tanggal 15 dan 16 Januari 2009 dan
b. Ujian tertulis individu pada tanggal 22 dan 23 Januari 2009.
Terimakasih. Be Yourself, Do your Best.
Untuk mahasiswa kelas Teknologi Untuk UKM
Departemen Ekonomi Manajemen
Universitas Al Azhar Indonesia
Rujukan untuk menyusun paper individu dan kelompok
http://www.4shared.com/file/69983392/3a4…
http://www.4shared.com/file/69947019/2d9…
http://www.4shared.com/file/69948278/572…
http://www.4shared.com/file/69946383/a67…
November 6th, 2008 at 09:35 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink
Dear Guys,
Please refer links below for reference of Mid Semester Test.
Don’t forget to learn handouts in E-Book also.
Thanks
Good luck
Cheers,
DIna Nurul Fitria SE.,MT.
Departemen Teknik Informatika
Universitas Al Azhar Indonesia
http://www.4shared.com/file/69975475/98d…
http://www.4shared.com/file/69941471/577150c1/_2__PROBABILITAS_DALAM_SAMPEL_DISKRIT1.html?
http://www.4shared.com/file/69975026/7ba…
http://www.4shared.com/file/69941012/9f2…
http://www.4shared.com/file/69941144/afd…
http://www.4shared.com/file/69941530/45d…
http://www.4shared.com/file/69942545/684…
http://www.4shared.com/file/69940787/837…
November 6th, 2008 at 08:35 | Comments & Trackbacks (2) | Permalink
Apa arti sebuah Birthday Wish buat anda?
Beberapa hari lalu saya mendapat birthday wish dari mantan atasan saya, yang sepanjang ingatan saya, belum pernah memberikan ucapan selamat apalagi pujian kepada saya. Mantan Bos ini sukses membuat kejutan manis di ultah saya. Meski hanya sebaris kalimat “Wish You All The Best”, namun kalimat ini sukses membuat saya terharu. Mengapa terharu? Berdasarkan info dari teman-teman yang sekantor dengan saya dulu, si Bos ini dipecat, tanpa alasan yang mendasar. Dan hingga saat ini, beliau masih mencari-cari pekerjaan, meski beliau dengan bekal uang pesangonnya sudah memiliki usaha kecil bersama beberapa temannya. Saya tahu betul, beliau tipe orang gajian bukan tipe usahawan. Yahhh..mungkin saja Tuhan menggariskan hidupnya menjadi usahawan sukses nantinya. Mudah-mudahan keluarganya sabar, terutama istrinya. Beliau dulu kalo lagi suntuk, sering mengajak para stafnya ‘ngopi-ngopi di starbucks. Meskipun, setelah starbucks pesanan datang, beliau langsung meminta saya mencatat pembelanjaan di starbucks tadi, supaya mendapat reimbusement dari kantor. Saya dan teman-teman selalu menjuluki beliau ‘pelit’ karena kebiasaannya ini. Berdasarkan uraian ini, wajar dong jika saya terkejut sekaligus terharu, beliau mengirimkan Birthday Wish untuk saya? Walau kalimat “Wish You All The Best” adalah kalimat yang umum yang bisa di-copy darimana saja, namun, makna yang tersirat sungguh memiliki arti yang mendalam.
Apa itu “Wish You All The Best”?
Terjemahan bebas dari “Wish You All The Best” adalah berharap semua yang terbaik untukmu.